Senin, 09 Juli 2012 0 komentar

Sertifikasi Guru = UN bagi Siswa


Pada Juli ini kemendikbud akan menggelar uji ulang bagi guru yang suah bersertifikasi atau lulus sertifikasi. Alasannya, uji ulang ini untuk mendorong peningkatan  kualitas guru.(Kompas,05/07)
1.       Evaluasi kinerja guru dilakukan seperti ala UN bagi siswa. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hanya mementingkan nilai daripada proses.
2.       Sertivikasi sudah berlangsung sejak 2005, tapi belum terbukti kualitas pendidikan naik. Mestinya peningkatan kesejahteraan guru diikuti oleh perhatian peningkatan kualitas proses pembelajaran pendidikan.
0 komentar

Sengketa Lahan, konflik Lama yang Merugikan Rakyat


Sengketa lahan yang dapat berujung pada konflik sosial, bukan persoalan baru. Namun sengketa itu cenderung dibiarkan, tanpa penyelesaian yang berarti. Rakyat tetap tersisihkan. (Kompas,29/5)
1.       Sebab mendasarnya adalah diterapkannya sistem kapitalisme demokrasi, yang lebih mengutamakan kepentingan kapitalis dan pemilik modal. Ada uang maka akan dimenangkan.
2.       Sengketa lahan hanya akan bisa diselesaikan ketika masalah ini dikembalikan pada bagaimana islam mengatur tentang pertanahan, dengan standarisasi yang jelas serta sistem yang tegas, maka siapapun yang berhak  atas tanah tersebut. Akan mendapatkan haknya.
Jumat, 06 Juli 2012 0 komentar

Hak-hak Suami dan Istri

 "Ketahuilah, bahwa kalian mempunyai hak-hak atas wanita-wanita (istri-istri) kalian, dan sesungguhnya wanita-wanita (istri-istri) kalian mempunyai hak-hak atas kalian."
Sabda Rosulullah pada haji Wada’ (Diriwayatkan para pemilik Sunan dan At-Tirmidzi men-shahih-kan hadits ini).

 Hak-hak di antara suarni-istri adalah sebagian berikut:
1.  Amanah
Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah terhadap pasangannya, dan tidak mengkhianatinya sedikit atau banyak, karena suami istri adalah laksana dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur, dan ikhlas dalam semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum keduanya.
2. Cinta kasih
Artinya, masing-masing suami-istri harus memberikan cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang hidupnya karena firman Allah Ta‘ala,
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (Ar-Ruum: 21). Dan karena sabda Rasulullah saw., "Barangsiapa tidak menyayangi ia tidak akan disayangi." (HR Ath-Thabrani dengan sanad yang baik).
3.  Saling percaya
Artinya masing-masing suami-istri harus mempercayai pasangannya, dan tidak boleh meragukan kejujurannya, nasihatnya, dan keikhlasannya, karena firman Allah Ta‘ala, "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara." (Al Hujurat: 10).
Dan karena sabda Rasulullah saw., "Salah seorang dan kalian tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari, Muslim, dan lain-lain).
4.  Etika umum, seperti lemah lembut dalam pergaulan sehari-hari, wajah yang berseri-seri,
ucapan yang baik, penghargaan, dan penghormatan. Itulah pergaulan baik yang diperintahkan Allah Ta‘ala dalam firman-Nya, "Dan bergaullah dengan mereka dengan cara yang baik." (An-Nisa': 19).Itulah perlakuan baik yang diperintahkan Rasulullah saw. dalam sabdanya, "Perlakukan wanita dengan baik." (HR Muslim).
Inilah sebagian hak-hak bersama antar suami-istri, dan masing-masing dan keduanya harus memberikan hak-hak tersebut kepada pasangannya untuk merealisir perjanjian kuat yang diisyaratkan firman Allah Ta‘ala, "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kalian telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami istri. Dan mereka (istri-istri) telah mengambil dari kalian penjanjian yang kuat." (An-Nisa': 21).
Dan karena taat kepada Allah Ta‘ala yang berfirman, "Dan janganlah kalian melupakan keutamaan di antara kalian, Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kalian kerjakan." (A1-Baqarah: 237).
Kamis, 05 Juli 2012 0 komentar

25 Kiat membentuk Anak Hebat

Dalam buku berjudul 25 Thariqah Li Tashna’ min Ibnika Rajulan Fadz-dzan karangan Akram Misbah Utsman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia 25 Kiat membentuk Anak Hebat, penerbit : Gema Insani. Disebutkan 25 Kiat Membentuk Anak Hebat yaitu:

1. Mulailah dari dirimu sendiri
2. Jangan berlaku kasar padanya
3. Berikan dia kepercayaan diri
4. Jangan jadikan dia sebagai ekormu
5. Jagalah kemerdekaan Anak
6. Jangan terlalu berlebihan dalam melindunginya
7. Kembangkan dirinya
8. Ajarkan kepadanya bahwa hidup ini hanya sementara
9. Berusaha untuk selalu meningkatkan kemampuannya
10. Berikan dia kesempatan untuk membantumu
11. Biarkan anak bermain
12. Terapkan Undang-undang Keluarga di Dalam Rumah Anda
13. Didiklah anak untuk menjadi orang yang mempunyai cita-cita yang tinggi
14. Bantulah anak untuk memilih teman
15. Hindari untuk menyalahkan dan mengkritik anak
16. Binalah maksud dan tujuan hidupnya
17. Jadikan anak menjadi seorang yang competitor
18. Limpahkan kekuasaan yang bukan otoriter kepada anak
19. Perkuat jiwa tanggung jawab dalam dirinya
20. Serahkan tanggung jawab kepadanya

Rabu, 04 Juli 2012 0 komentar

Ibu Menceburkan Diri ke Sungai Cisadane, salah siapa?


Jakarta Tekanan hidup yang demikian berat bisa membuat seseorang nekat. Seperti yang dilakukan Markiyah (30), dia nekat bunuh diri bersama anak balita dalam gendongannya. Nyawa keduanya melayang ditelan arus deras Sungai Cisadane, Bogor Tengah, Jawa Barat.
“Si ibu ini, Markiyah, menggendong anak yang umurnya sekitar 2 tahun tadi pukul 05.00 WIB subuh menghampiri jembatan Sungai Cisadane, Kampung Puloempang, Kelurahan Saledang. Dia lalu menceburkan diri,” ujar Kapolsek Bogor Tengah, AKP Victor, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/7/2012).
________________________________________
Ketika ketakwaan individu minim, masyarakat yang peduli sedikit, bahkan tidak ada. Serta negara yang tidak peduli dengan kondisi masyarakatnya. Maka, wajar  banyak ibu bahkan anak-anak  yang berlomba-lomba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Semuanya berakar pada bagaimana pengurusan negara terhadap masyarakatnya.  Supaya bapak tak lagi pergi terlalu jauh tuk mencari nafkah yang hanya untuk transport kembali pulang kerumahnya saja tidak cukup. Supaya tidak ada lagi para wanita tanpa muhrim yang meninggalkan anak dan keluarganya hanya untuk menjadi TKW. Supaya tidak ada lagi anak yang harus menaggung malu bahkan bunuh diri hanya gara-gara tidak membayar uang sekolah. Wahai pemerintahku, mana emas, nikel, baja, perak, semua bahan tambang, hutan, kekayaan laut, dan seluruh kekayaan Indonesia yang kami titipkan padamu ini ? kapankah waktunya untuk kesejahteraan kami ?
 
;